Tampilkan postingan dengan label random thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random thought. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

60 Ways To Make Your Life Simple Again

  1. Don’t try to read other people’s minds.  Don’t make other people try to read yours.  Communicate.
  2. Be polite, but don’t try to be friends with everyone around you.  Instead, spend time nurturing your relationships with the people who matter most to you.
  3. Your health is your life, keep up with it.  Get an annual physical check-up.
  4. Live below your means.  Don’t buy stuff you don’t need.  Always sleep on big purchases.  Create a budget and savings plan and stick to both of them.
  5. Get enough sleep every night.  An exhausted mind is rarely productive.
  6.  Get up 30 minutes earlier so you don’t have to rush around like a mad man.  That 30 minutes will help you avoid speeding tickets, tardiness, and other unnecessary headaches.
  7. Get off your high horse, talk it out, shake hands or hug, and move on.
  8. Don’t waste your time on jealously.  The only person you’re competing against is yourself.
  9. Surround yourself with people who fill your gaps.  Let them do the stuff they’re better at so you can do the stuff you’re better at.
  10. Organize your living space and working space.  Read David Allen’s bookGetting Things Done for some practical organizational guidance.
  11. Get rid of stuff you don’t use.
  12. Ask someone if you aren’t sure.
  13. Spend a little time now learning a time-saving trick or shortcut that you can use over and over again in the future.
  14. Don’t try to please everyone.  Just do what you know is right.
  15. Don’t drink alcohol or consume recreational drugs when you’re mad or sad.  Take a jog instead.
  16. Be sure to pay your bills on time.
  17. Fill up your gas tank on the way home, not in the morning when you’re in a hurry.
  18. Use technology to automate tasks.
  19. Handle important two-minute tasks immediately.
  20. Relocate closer to your place of employment.
  21. Don’t steal.
  22. Always be honest with yourself and others.
  23. Say “I love you” to your loved ones as often as possible.
  24. Single-task.  Do one thing at a time and give it all you got.
  25. Finish one project before you start another.
  26. Be yourself.
  27. When traveling, pack light.  Don’t bring it unless you absolutely must.
  28. Clean up after yourself.  Don’t put it off until later.
  29. Learn to cook, and cook.
  30. Make a weekly (healthy) menu, and shop for only the items you need.
  31. Consider buying and cooking food in bulk.  If you make a large portion of something on Sunday, you can eat leftovers several times during the week without spending more time cooking.
  32. Stay out of other people’s drama.  And don’t needlessly create your own.
  33. Buy things with cash.
  34. Maintain your car, home, and other personal belongings you rely on.
  35. Smile often, even to complete strangers.
  36. If you hate doing it, stop it.
  37. Treat everyone with the same level of respect you would give to your grandfather and the same level of patience you would have with your baby brother.
  38. Apologize when you should.
  39. Write things down.
  40. Be curious.  Don’t be scared to learn something new.
  41. Explore new ideas and opportunities often.
  42. Don’t be shy.  Network with people.  Meet new people.
  43. Don’t worry too much about what other people think about you.
  44. Spend time with nice people who are smart, driven, and likeminded.
  45. Don’t text and drive.  Don’t drink and drive.
  46. Drink water when you’re thirsty.
  47. Don’t eat when you’re bored.  Eat when you’re hungry.
  48. Exercise every day.  Simply take a long, relaxing walk or commit 30 minutes to an at-home exercise program like the P90X workout.
  49. Let go of things you can’t change.  Concentrate on things you can.
  50. Find hard work you actually enjoy doing.
  51. Realize that the harder you work, the luckier you will become.
  52. Follow your heart.  Don’t waste your life fulfilling someone else’s dreams and desires.
  53. Set priorities for yourself and act accordingly.
  54. Take it slow and add up all your small victories.
  55. However good or bad a situation is now, it will change.  Accept this simple fact.
  56. Excel at what you do.  Otherwise you’ll just frustrate yourself.
  57. Mature, but don’t grow up too fast.
  58. Realize that you’re never quite as right as you think you are.
  59. Build something or do something that makes you proud.
  60. Make mistakes, learn from them, laugh about them, and move along.
Oh, and enjoy life’s simple pleasures.  They’re free and better than anything money can buy.  ;-)


source: marcandangel

Rabu, 13 April 2011

Well We Need Money Even It Can't Buy Happiness

"Money can't buy anything" dan ya, gue percaya akan hal itu. Uang gak bisa beli semua yang gue butuh kayak kegembiraan, kesehatan, cinta, dan lain-lain.Uang enggak bisa beli keuarga gue, sahabat gue, cowok gue, dan semua yang bisa gue dapet tulus dari hati. Tapi walau pun begitu, gue pun harus jujur kalo gue bisa lemah karena uang. Enggak gue aja sih, semua orang juga kayaknya begitu. Disaat uang bener-bener jadi penentu hidup kita, disaat benda dari kertas itu harus jadi penentu apakah kita bisa hidup tenang, hidup sejahtera dan hidup tanpa ada beban.

Di posisi gue mungkin agak sulit. Dimana gue adalah anak pertama, yang belom pernah kerja sama sekali dan sudah masuk semester 4 di kuliah gue. Gue harus pinter bagi waktu agar nilai gue gak turun, karena gue pun bisa kuliah karena adanya schoolarship, dan mau gak mau gue harus mempertahankan IP gue di atas 3. Tapi gue juga gak bisa nguras waktu gue cuma buat belajar, karena gue udah mulai butuh yang namanya uang. Ya, uang. Lagi-lagi benda kertas itu yang bikin tidur gue gak nyenyak, hidup gue jadi lumayan enggak tenang, dan lain-lain.

Dan kalo boleh jujur, uang bulanan yang selalu gue dapet dari tante sama bokap gue itu enggak cukup sebenernya. Bisa dibayangkan di jaman kayak gini, gue harus bisa bertahan dengan 400 ribu per bulannya (dan itu termasuk uang ongkos gue dan jika dihitung, uang jajan gue itu kurang dari 200 ribu per bulan).

Anak kuliahan yang udah mulai masuk semester 4, makin banyak tugas dan udah pasti ngeluarin uang yang enggak sedikit buat menyelesaikan assignment yang dikasih dosen, membuat gue harus mengelus dada gue makin kenceng karena gue haarus bisa membagi uang jajan gue dengan tugas-tugas itu. Demi lulus, demi jaga nama keluarga, ya apa boleh buat kan?

Gak bisa dipungkiri juga kalo guemasih pingin jalan-jalan, hang out, main sama temen-temen gue, sekedar ngelepas stres sama tugas-tugas kampus yang numpuknya enggak kira-kira. Then i have to play some trick and cheat on my money. Gue gak tau gimana caranya sampe gue masih bisa jalan sama temen-temen gue tanpa beban dan bisa survive sampe di akhir bulan(tentu dengan mengais-ngais tanah sebelumnya)

Kalo main itung-itungan, hidup se bulan dengan uang kurang dari 200 ribu di jaman seperti ini sepertinya 9atau malah sudah pasti) enggak cukup. Entah apa yang gue lakukan sampe gue masih bisa survive sampai di bulan berikutnya dengan uang yang se ala kadarnya itu. So pathetic, i know.

Dipikir-pikir, gue kayaknya gak bisa kayak gini deh, Gue gak bisa ngandelin uang jajan buat menuhin semua kebutuhan gue, dari ngurus tugas (yang mana itu aja udah bisa nguras hampir seluruh uang jajan gue), makan, belom keperluan yang tiba-tiba dan mendadak, terus uang yang harus gue tabung buat rencana kayak mau pergi ke jogja lah, ke bali lah, ke karimun jaawa lah, mau nonton Paramore lah, kayaknya kalo diitung-itung, semuanya gak bakal bisa kejadian deh. Buat nabung aja tuh gak bisa, karena uang yang ada aja udah nge pas, nah apa yang ditabung coba?

Buat ngerong-rong ke orang tua minta uang kayaknya bukan suatu ide yang baik karena, ya, uang bulanan gue aja sering banget dipotong sama bokap buat menuhin kebutuhan keluarga gue. Gimana cara gue minta ke orang tua? Gue jadi terbiasa nyari dan ngumpulin uang sendiri buat beli barang-barang atau hal-hal yang gue butuhin.

Gue memang harus berjuang sendirian. Gue harus cari kerja. Gue harus bisa menghasilkan uang. Gue gak bisa diem gini aja. DAN GUE YAKIN GUE BISA.

Jumat, 25 Maret 2011

How I Missing You Badly

Please come home soon. I miss you :'(


Don't. Ask. Why.

Pokoknya, interview = KACAU BALAU.

Dan gue merasa sangat GAGAL.


Kamis, 24 Maret 2011

Wish Me Luck: Interview!

Well, ini cuma flash post aja, soalnya gue lagi pingin nulis, hehehe.

Hari ini, tanggal 25 Maret 2011, gue akan interview kerja. FUCKIN AWESOME. Gue, yang kelakuannya bar-bar plus seenak udel ini bakal interview kerja. kerja. KERJA. Ya, kerja. Kerja kantoran. Gaya banget, sumpah.

Just wishing me luck for the interview dan bisa keterima kerja. Dan dengan diterimanya gue kerja disana, otomatis bener-bener fix pisah sama anak-anak MC 13-3B yang udah nemenin 6 bulan gue di semester 3. Will be missing you'all, best! ;')

Dan sampai minggu depan, harus kuat batin karena gak bisa ketemu Paut. Dia mau ke Bandung sama keluarganya, mau ke wisuda abangnya, Dana. *nangisdepankulkas *gowessampejakartabiargakgalau

Selasa, 22 Maret 2011

Mind Connection

Mungkin kalian semua udah ngerti lah ya, apa sih maksud dari mind connection? hubungan pikiran antara satu orang dengan orang lain. Bisa cuma sama satu orang, bahkan lebih. Hubungan spiritual macem ini banyak orang nganggep adalah suatu hal yang keren, gile lo, lo bisa ngerasain apa yang orang lain rasain tanpa orang itu ngasih tau lo terlebih dahulu. Sunggu kelebihan yang sangat luar biasa. Well, buat orang-orang yang gak ngerasain hal ini mungkin ini suatu hal yang, mm... bisa dibilang, magic? Tapi gimana rasanya buat orang-orang yang bisa? apa mereka juga enjoy dengan mind connection ini? apa justru mereka benci dan bahkan lebih memilih gak punya kelebihan ini sama sekali? Well, i do.

Banyak orang yang belom tau kalo sebenernya gue bisa mind reading dan feeling gue kuat banget, apalagi sama orang-orang terdekat di sekitar gue. Gue bisa dengan sangat indahnya nebak apa yang ada dipikiran mereka dan nerka semua hal yang sedang atau bahkan yang akan terjadi. Seems cool, huh?

Pada awalnya gue juga ngerasa gitu, ngerasa jadi orang terpilih. layaknya berhasil jadi 12 besar di Akademi Fantasi Indosiar. Gue sering ngegunain itu buat bantu orang-orang di sekitar gue, terlebih orang-orang deket kayak sahabat sama sodara gue. Look so easy in the beginning, tapi makin lama, gue makin ngerasain gak enaknya punya kelebihan ini.

Seringnya gue ngebantuin temen-temen gue solving their problems bikin otak gue penuh. Otak gue terus ngebaca semua orang yang disebut. Even sesi curhat udah selesai, gue bakal tetep mikirin. Sekuat apa pun gue berusaha buat ngelupain, tapi itu gak bisa. Otak gue terus kerja, ngebaca semua pikiran sama hal-hal yang sedang dan akan terjadi nanti. Begitu terus sampe akhirnya otak gue ngebul (kalo dia mesin) dan gue gak bisa apa-apa.

Yes, i can't control them. Mungkin terlalu dini buat gue untuk ngegunain kelebihan ini sebegitu diforsisrnya sampe akhirnya kepala gue overload and they try to blow up. Dan ini kejadian sama gue, sering kali dan gue sering kali juga gak bisa kontrol mereka. They're ringing in my head every day, every time, every minutes, every seconds and terrifically driving me crazy.

Dan setelah itu pun, gue jadi berusaha buat ngurangin ngebaca orang lain, ngebaca ikiran dan nebak sesuatu yang sedang dan akan terjadi. Gue minimalisir kegiatan itu dan nyoba buat ngontrol plus milah-milih mana masalah dan hal-hal yang memang seharusnya gue selesaikan dengan cara itu.

Apa masalah gue selesai disini? enggak.

Gue punya sahabat-sahabat yang bisa dibilang udah kayak sodara. Hubungan gue sama mereka udah lebih dari sekedar temen, dan tanpa gue sadarin, gue udah ngebangun sebuah koneksi sama diri mereka masing-masing dan udah masang alarm di diri gue kalo mereka lagi kenapa-kenapa. Enggak ngerti? well, you'll find out.

Gak jarang gue sering tiba-tiba ngerasa bad mood. Bad feeling. Kayak orang bingung. Resah. Tapi gue sendiri gak ngerti apa yang bikin gue kayak gitu. Itu sering banget terjadi, hampir setiap hari walaupun cuma 5 menit atau malah sepanjang hari itu. Gue terus nanya, ini kenapa? apa yang salah sama gue? apa gue udah masuk  puber ke dua dalam fase hidup gue? tapi umur 19 baru gue sentuh gak ada 1 bulan masa udah fase puber ke dua? atau jangan-jangan gue lahir di tahun 1975? dan akte lahir gue itu tertukar? Bukan, bukan itu masalahnya. Ternyata itu semua ada hubungan dengan mind connection yang udah gue bikin tanpa sengaja di orang-orang terdekat gue.

Contoh kasus adalah pada suatu hari, gue ngerasa kalo gue harus banget ketemu sahabat gue, Ai. Jarang-jarang gue begitu karena gue ngerasa gak ada sesuatu yang mau gue ceritain ke dia, gak ada hal yang mau gue lakuin sama dia, tapi gue ngerasa gue harus banget ketemu dia. 2 hari kemudian, gue ketemu dia dan dia bilang kalo beberapa hari kebelakangan dia lagi galau parah, lagi sedih, tapi dia gak bilang ke gue. Dan dari situ gue baru ngeh, ternyata gue punya ikatan batin sama Ai.

Gue kira hal ini cuma terjadi sama Ai aja(karena paling sering kejadian ini sama Ai, selalu setiap dia ada masalah, sebelum dia cerita, gue udah ngerasa ada yang gak beres), ternyata hal ini juga terjadi sama sahabat-sahabat gue yang lain. Dan terjadilah bad feeling, bad mood and those things always running and playing death in my head all the time.

Masalahnya adalah, gue masih belom bisa kontrol hal itu dan hal itu gak akan stop sampe gue ketemu orang yang dimaksud dan dia nyeritain apa yang dia rasain ke gue. Bayangin kalo gue gak bisa ketmeu orang itu sampe 2 bulan? Ya otomatis selama 2 bulan itu gue ngerasain hal-hal yang super enggak enak.

See? hal yang mungkin kalian pikir look so cool and w-o-w wow, tapi enggak menurut kita yang ngerasain langsung. Well, benefitnya sih kita jadi bisa ngerti gimana kehidupan orang-orang. Tapi buat yang gak enaknya, apalagi kayak gue yang belom bisa ngendaliin kelebihan ini, ya kayak gitu tadi, penuh di kepala dan rasanya kayak mau meledak.

And i really wish that i can control them soon. It hurt my self on me and i just can't take them too long.

Selasa, 22 Februari 2011

Behind The Scene of MVD Crew Photo Session

These are some photos of Behind The Scene MVD Crew Photo session on Sunday, 20 February 2011. Really have a quality time with them, especially with Paut, because he's the photographer og this photo session and make us met on 2 days around, lovely :)










Senin, 21 Februari 2011

The Last Day of My 18th :'(

Today i woke up and realize that this is the last day i will spend for my 18th. What a day, because i start this morning with took a shower for my Jarwo, my motorcycle and fix up my over-messy room from a lot of death stuff and threw them to the garbage.

Me just too affraid to have an expectation and imagine hat will my birthday be on tomorrow. I have no celebration party and my friends kinda not preapring anything for it, accept my boy. They're just soo calm and act like nothing's happen tomorrow. And i'm humbling like,"come on. Is only your 19th birthday, not your sweet seventeen anymore. Don't be stupid to wish them give a surprise on your day"

Well then, i will let my self alone in my room tomorrow :)

Minggu, 20 Februari 2011

Panggilan Baru

Oke, sekedar fast update aja, ingatkan gue untuk hal ini.

Untuk menghormati si Ayah dan Ibu di blog kesayangan gue, gue akan membuat panggilan "sayang" untuk mereka. ini dia:

Ayah: Pak Botak
Ibu   : Nenek Sihir

Sekian,terima kasih.

Sabtu, 19 Februari 2011

First Stepping Stone

Oke, tadi pagi gue boleh marah-marah sama Lambang, gue boleh ngamuk-ngamuk dan sebagainya. Tetapi malam ini, semua berbalik 180 derajat. Mafkan saya, Lambang, yang mana sudah dengan sangat berhasil merusak hidup gue, but life's goes on dan gue bisa ngubah itu semua.

Hari ini, Paut ngebantuin gue buat motoin anakanak MVD untuk poster sama x-banner MVD. Paut pun sudah pasti harus ngejemput gue, karena gue yang tau tempat fotonya dan, ya, gue kan juga foto. Pertama, gue masih santai karena si ayah masih tidur, jadi dia kan gak ketemu Paut tuh. Gue takut pembicaraan tentang gak sukanya ayah sama Paut berlangsung. Eh, gak taunyafoto diundur ke jam 1 siang. Waduh, hati udah deg-deg ser karena gak mungkin si ayah tidur sampe lewat jam 1, memang dia tidurnya sambil pingsan apa sampe lama banget gitu bangunnya? oke, kembali ke topik.

Dan bener aja tuh, si ayah udah bangun jam setengah 12. Oh shit men, kepala gue udah dirasuki berbagai macam hal buruk yang kemungkinan akan terjadi. Tapi gue berusaha buat positive thinking, karena gue inget kata-katanya si Ai, kalo kita berfikir positif, pasti hasilnya juga positif. Well, buat suggest dia yang ini memang sering banget gue ikutin, dan ya, tak terkecuali buat waktu ini.

Mulai lah gue berpositif thinking. Oke, kita pikirkan hal terburuk, hal yang paling terburuk adalah gue diomelin. Itu udah paling mentok, gue gak mau ngebagayangin yang lebih parah lagi. Ngeri sendiri, hahaha 
-__-

Sampe lah Paut di rumah, si Ibu beraksi, "tuh, Baba udah dateng" gue pun memasang tampang sok cool(kas) di depan nyokap gue. Dan tiba-tiba si ibu bilang gini,"itu tuh yang bikin Ayah gak suka sama Baba, rambutnya gondrong banget! gak rapih gitu kan! hahahahaha!"

Gue terpana. Jadi, ini faktor yang bikin si Ayah gak suka sama Paut. Gara-gara... gondrong. GONDRONG. YA. GONDRONG.

Gue pun langsung ngakak pas si ibu bilang gitu, dan tiba-tiba si ayah dari samping mau keluar rumah gitu,eh, dia liat Paut dan dia masuk ke ruang tamu sambil senyam-senyum, dan ini makin bikin gue ngakak geli banget! Gila ya, gue udah sampe nangis-nangis si ayah gak suka sama Paut dan ternyata hal ini bisa gue hadapi dengan ketawa lepas sekarang. Dan si ayah pun mengutarakan isi hatinya tentang gondrongnya rambut si Paut, tpi gue lupa dia bilang apa, tapi yang pasti dia ngomongnya sambil ketawa-ketawa gitu.

Gue dengan gagah perkasanya bilang gini ke si ayah,"makanya, ayah kenal dulu dong sama Baba. jangan nilai dari penampilannya" sambil berlalu keluar rumah nyamperin si Paut *tsah

Dan hari ini kita berdua full capek foto sama ketawa-ketawa di rumah Be. Karena udah janji sama si Ibu, pulang jam 8, jadi gue gak lama-lama disana. Sampe rumah, kita berdua ngobrol-ngobrol di depan rumah. Well, itu pertama kalinya Paut main di rumah, hehehe :p

Pas Paut pulang, ini nih yang paling bikin gue deg-degan. Ayah bakal komentar apa pas Paut udah pulang? Ayah bakal bilang apa? Apa Ayah bakal marah-marahin gue kayak minggu lalu? Ternyata, ekspetasi gue yang terlewat liar itu tidak terealisasikan sama sekali.

Paut pulang, dia pamit sama si Ayah, salim, terus basa-basi, si Ayah juga ikutan basa-basi. terus Paut pulang. Gue masuk ruang tamu (udah siap-siap kalo bakal disemprot si Ayah) ternyata si Ayah adem ayem aja. Diem. Anteng dengerin Deep Purple dari mp3 barunya.

Oke, si Ayah udah jinak, coba ke si Ibu.

Gue nyamperin Ibu yang lagi tidur di kamar Miko, gue sok-sok nanyain si Miko kemana dan dia menjawab dengan normal TANPA ngebahas Paut. At all.

Masih dengan muka normal, sok cool(i), gue masuk kamar. Sampe kamar gue kegirangan bukan main! Gila! Ini gila! Alig, alig tengab! Benar-benar di luar dugaan! Ayah sama Ibu enggak komentar negatif soal Paut! Ini bener-bener bikin mood gue naik lagi! 

FUCKIN AWESOME!

Dan jujur aja, ini bikin mood gue naik banget, parah. Gue jadi mood ngerjain logo buat EO gue, gue jadi niat nulis blog sepanjang ini(dan ini jarang banget terjadi), gue jadi niat senyam-senyum, ah, pokoknya bener-bener berdampak positif buat gue.

And i hope this stepping stone lead us both to something beautiful :)

Jumat, 18 Februari 2011

Dan Terungkap

Pagi, 19 Februari 2011

Awal gue bangun, gue gak kepikiran kalopagi di hari gue bangun ini, gue dan nyokap gue bakal balik ngulas masalah hubungan gue sama Paut. Seperti biasa, gue sama nyokap nonton tv pagi ini, dia sambil nyetrika baju-baju, gue sambil online di laptop. Semuanya baik-baik aja sampe nyokap ngasih satu pertanyaan,

"nanti pergi?"
"iya"
"jam berapa perginya?"
"jam 10 jam 11 lah"
"oooh...."
"...."
"sama baba ya?"
"iya"
"sama siapa lagi?(dengan nada yang mulai ninggi)"
"ada ai, tapi gak tau juga sih ai jadi foto hari ini apa enggak, cuma kan ada anak-anak lain juga, motoin anak-anak MVD"

Setelah ini, baru nyokap ngebahas Paut. Gue udah tau sih sebenernya kalo ini bakal diomongin dari dia nanya gue mau pergi hari ini.Mulai deh keluar omongan-omongan itu. Omongan-omongan yang selau gue hindarin ada karena gue udah muak buat ngebahas ini.

"ayah tuh kan gak suka sama baba. Lagi juga udah lah,gak usah pacar-pacaran dulu, nanti aja kalo udah kerja. Sekarang seneng-seneng aja dulu, kan enak kalo gak pacaran."

Gue bingung, ini tuh apa? Paut itu kenapa? Apa alesan bokap gue gak suka sama Paut?

"Memang kenapa sih bu sama Baba?"

"Bukan masalah Babanya, gak ada masalah sama itu. Cuma ngeliat yang dulu-dulu aja, diputusin apa segala macem, udah lah, gak usah pacar-pacaran, kan enak kalo temenan"
"Dulu waktu sama Lambang gak begini deh"
"Justru karena habis sama Lambang, liat lo diputusin begitu, udah deh gak usah pacar-pacaran"

Lambang. GARA-GARA LAMBANG. GARA-GARA LAMBANG HIDUP GUE YANG HARUSNYA BISA LEBIH BAIK SETELAH LEPAS DARI DIA, TERNYATA JADI RUNYAM, HANCUR LEBUR, BERANTAKAN, GAK SEBAHAGIA YANG GUE HARAPIN. SEMUA BERANTAKAN GARA-GARA LAMBANG. LAGI.

Kenapa mesti gara-gara dia lagi sih??!! Gue udah cukup ngerasain masa-masa hidup gue berantakan sehabis gue dipututsin sama dia dan sekarang, dimana gue pingin ngebangun hidup gue lagi, sama orang baru yang lebih baik dari dia, itu semua gak bisa cuma gara-gara DIA LAGI??!!

Semua ini gara-gara Lambang. Iya, ini gara-gara Lambang. Gue benci sama dia dan gue gak mau kenal sama dia lagi. Gue gak mau ketemu dia lagidan gue gak mau denger nama dia lagi. Gue muak, gue jijik, gue bener-bener nyesel pernah kenal sama dia. I wish he's never born to this world. I REALLY DO.

Gue udah mau lepas dari Lambang, dan gue bisa, dan ternyata, orang tua gue yang gak bisa. Kenapa mesti kayak gini sih?! Gue gak bisa gue gak kuat ngejalanin ini semua. Kenapa mesti LAMBANG LAMBANG LAMBANG LAGI??!!! 

Lambang tuh apa sih? dia gak bisa apa-apa dan gue pun baru sadar setelah putus kalo gue itu udah pacaran with A LOSER and it almost 3 years. Gue udah dibegoin dan gue tau itu setelah gue udah putus. Sekarang gue ketemu orang yang lebih baik SEGALANYA dari Lambang, dan orang tua gue nyuruh gue GAK USAH PACARAN cuma gara-gara SI BRENGSEK LAMBANG? aaa itu orang gak penting banget sih hidupnya!!!!!

I really wish they both can realize that i'm dating someone who better than him, soon.

Kamis, 17 Februari 2011

Same


If you look at it with paying more attention, you'll find our hair tie with the same style.

Less Than 1 Week

Yes, as you read the tittle of this post, my birthday's coming less than 1 week again! How me so excited and sad to having it. Why? well, it's because i'm realize that i will have the same age as my friends's, i'm getting older and there's a lot of mm what can i say, like, adventure or experimental things i have done. I did A LOT of mistakes, learning from them, try to fix them all back, and smiling deeply from realizing i can make them better.

I just want to close this age bravely, remembering the things that successfully ruin my mind, my soul, my heart.

Well, i hate to look back and remembering what i ever did with my past, i'm done with it. I'll do best with what i have now and go ahead with no distraction. I'm just trying to be focus and do the right things with.

Btw, back to my 1-week-coming-up birthday, i have no party or celebration for it. Well that's because i'm getting used to haven't do something for my birthday, my parents do nothing for my birthday actually. It stops from my 8th birthday. Poor me :p

I was thinking that i wanna do something cool before my day's coming. I really wanna have a photo session on a rooftop. A very high rooftop. But i don't know where i can find it because, the only place i know is in Taman Menteng but it's already close for public because they're find a lot of people doing blow job there, what a mess.

I've been asked this to many people but they don't know the place. Well, i'm a little bit upset for that. I really wanna do it before my day's coming, well, it's still okay if i do it in my day, it won't change the passion anyway.

Lovelife? well, it's great, me and paut doing great this week. I will meet him for saturday and sunday because he will be the photographer for my MVD crew photo session for the poster. I'm so excited for that because i'll meet him for 2 days around, this thing will not come in much time we have :D

And MY FINAL EXAM WAS DONE!!!!! SOOOOOOO BREATHTAKING AND FINALLY CAN SAY THIS EASILY!!!

Have a lot of things to do preparation of my MVD 2011, i hope it'll be awesome :)

Sabtu, 12 Februari 2011

A Rejection

Penolakan. Ya, Itu yang didapet paut dari bokap nyokap. Gue bingung mesti gimana. Dimana waktu jadian gue yang masih baru banget sama dia, dimana dia belom punya kesempatan banyak buat ngebuktiin ke bokap nyokap gue kalo dia itu baik. Dia itu tanggung jawab. Dia itu lebih baik dari Lambang.Dia orang yang tepat buat gue. Dia bukan cowok kayak lambang, dia Laki-laki.

Baru kali ini bokap sama nyokap se-nolak ini sama Laki-laki yang deket sama gue. Dan penolakannya sesadis, senyakitin ini. Gue pun gak tau mesti gimana. Mungkin mereka belom tau Paut. Mereka belom kenal Paut. Atau mereka liat Paut cuma dari penampilannya aja. Atau, ini mungkin salah satu faktor yang mendominasi...

Semenjak gue jadian sama Paut, gue akuin gue jadi sering pulang pagi, well, setiap malem minggu. Ini karena gue cuma bisa ketemu baba di hari itu. Dan lagi, gue sama dia yang jadian di masa-masa UAS, dan jadwal UAS gue sama dia yang SANGAT berbeda, pemirsa, dan ini yang bikin gue sama dia g bisa nyolong-nyolong waktu kuliah buat ketemu dan ngandelin malem minggu.

Oke, gue pulang pagi pun sebenernya bukan salah Paut, tapi salah gue sendiri. Setiap udah diatas jam 12, Paut selalu ngajak gue pulang, bahkan sebelum jam 12, jam 11 lah dia udah ngingetin gue buat pulang. Tapi gue selalu nolak, gue selalu bilang, "entar aja". Kenapa? ya, karena gue ngerasa waktu gue sama dia selalu kurang. Selalu. Karena gue nganggep, gue ketemu dia ya itu buat seminggu ke depan yang bakal gue laluin tanpa ada dia secara fisik. Gue cuma bisa berhubungan lewat telfon, sms, Yahoo Messenger, Twitter, Facebook. Dan itu kurang. Gue butuh dia secara fisik. Selalu.

Dan gue bisa mengakui, ini salah gue. Semua. Paut gak salah apa-apa. Gue yang bikin dia dapet reject dari bokap nyokap gue, dan harus gue yang nyelesain masalah ini.

Oke, gue awali dengan gak akan pulang pagi lagi. GUE GAK AKAN PULANG PAGI LAGI. GAK AKAN. Paling malem, gue bakal pulang jam 11. Gue mau ngembaliin kepercayaan orang tua gue yang udah ilang sekarang. Gue mau bikin mereka percaya lagi sama Paut dan tau kalo gue pulang pagi itu bukan karena Paut.

Gue sayang banget sama Paut. Sayang banget. Gue bener-bener gak mau kehilangan dia, even for once. Dia yang bener-bener bisa ngasih apa yang gue butuh, bukan yang gue pingin. Dia itu almost everything to me, bener-bener bisa buka pikiran gue dalam segala hal. Dia pinter, dan dia gunain itu buat hal-hal yang positif dan berguna. Dia itu LAKI-LAKI and i love everything on him.

Gue pasti bisa kok bikin orang tua gue percaya sama Paut, bisa bikin mereka deket, bisa bikin mereka gak salah paham kayak gini lagi. Gue yakin Paut orang yang tepat, dan orang tua gue harus ngerasain itu juga ke Paut. Gue gak bakal deketin cowok yang memang gak baik. Gue punya feeling, dan gue ikutin feeling gue dan gue yakin bener.

(thanks for my bestiest Ossy Fitriana who listen to my story and confession in early morning, to accept all of my cat and dog tears. She's my best. She is :)

Kamis, 10 Februari 2011

Christmas 2010

Well, it's totally too late for me to post these picture. It's because i'm so lazy to post anything and i don't know how i'm so excited to post something in my blog today. So here they are some photos when me, Monic, Bella, Iqbal and Bimo spent our time in Christmas 2010.


















Rabu, 09 Februari 2011

New Comer on My Life

HOLLA!! it's been a long long time, and feels like a century that i din't post ANYTHING on my blog.
Well, just FYI, i've broke up with my ex, Lambang Herbowo, who got me a terrific scar on my heart. But now, i have someone new, someone special, someone doing wonderful to fulfilling my day. 
He's Husen Cahyo Wicaksono :)

He's like one of a kind. I really love him no matter what. Well, seriously, i love him with all of what i have. He's so much more way better than my ex. He makes me feel not only like i'm full a woman, but also like me is the one that he love the most. The one that he wanna be with everytime. The one that can proudly say that i am his girlfriend. 

This is the weakest thing that i ever felt when i'm with my ex. Now it's different. And this is what i really need for a long time. Feeling and treating like the only girl in the world for him.

I've been never imagine if i could be in his side from the first time we met. I never ever dreaming, imagine or making any expactation of it. I have no idea how we can be together now, run this crazy funny thing. But what i really know, we both run this relationship based on how we love, need and comforting each other. 

I love you, paut. From the deepest of my heart. Thanks Allah SWT for introducing me a man like you, and i hope it will last forever.







Selasa, 09 November 2010

Wedding

Last Sunday, i went to my neighbour's wedding. Well, the party is sooo peaceful. The place, decoration and everything is very simple and relaxing the guests. I've got some pix rom there. but no too good, just took it unconditionally :)

this is the backyard view of the wedding place. 


a beatiful flower on a guest desk

i'm wearing this thing, batik never doing wrong

kebaya. full of bordir :D